Minggu, 30 September 2012

Muara Badak Pecahkan Rekor Bakar Ikan Terpanjang



Kecamatan Muara Badak Kutai Kartanegara (Kukar). Rabu(19/9), berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada kegiatan bakar ikan terpanjang mencapai 9 km.
”Yang menggembirakan capaian di Muara Badak ini sekaligus membuat rekor untuk dunia dalam hal bakar ikan terpanjang, karen belum ada di negara lain yang melakukan kegiatan serupa,” ujar Senior Menejer Muri, Paulus Pangka usai menyerahkan piagam Rekor Muri kepada Bupati Kukar Rita Widyasari dan Camat Anggana Sunggono.
Paulus mengungkapkan kegagumannya setelah tahu jika usaha memecahkan Rekor Muri di Muara Badak ini sama sekali tidak menggunakan dana pemerintah atau APBD. Seluruh biaya kegiatan ini merupakan hasil gotong royong masyarakat setempat dibantu beberapa pihak swasta di Muara Badak.
Selain itu menurutnya, masyarakat Muara Badak sangat antusias dan tetap tertib dalam menjalankan bakar ikan ini. Hal itu terbukti dengan adanya ikan bakaran tersebut tetap berada di panggangan sebelum juri selesai menilai, padahal ikan tersebut dibakar oleh ribuan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa.
”Ini sangat luar biasa, bisa terlaksana tanpa APBD padahal Kukar ini pendapatannya besar. Selain itu masyarakatnya juga sangat antusias dan tetap tertib,” pungkasnya.
Sebelumnya Rekor Muri bakar ikan terpanjang dipegang oleh Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara dengan panjang 7,2 km yang dibuat pada Agustus tahun ini

 

10 Ton Ikan Dibakar Sepanjang 9 Km


Rekor Muri bakar ikan terpanjang yang sebelumnya dipegang oleh Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara dengan panjang 7,2 km se-Dunia kini beralih ke Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Masyarakat Muara Badak sendiri menghabiskan 10 ton ikan untuk dibakar sejauh 9 km.
Camat Muara Badak, Sunggono tak dapat menyembunyikan keharauannya atas keberhasilan tersebut. ”Ini merupakan buah dari kerja keras dan gotong masyarakat selama satu bulan setengah untuk mempersiapkan ini, serta hasil dari bantuan beberapa pihak swasta dan organisasi masyarakat yang tak bisa saya sebutkan satu persatu,” ujarnya sambil menitikkan air mata bahagia.
Dikatakannya usaha tersebut selain dalam rangka memeriahkan hari jadi Muara Badak ke 48 yang jatuh pada tanggal 7 September 2012 yang lalu, juga agar menunjukkan bahwa Muara Badak tak hanya memiliki kekayaan minyak dan gas, tetapi juga hasil laut dan tambak yang melimpah.
Sementara Bupati Kukar, Rita Widyasari mengatakan kegiatan itu diharapkan menjadi pelecut semangat untuk mengembangkan potensi perairan di wilayahnya sekaligus menjadi magnet kunjungan Muara Badak pada masa mendatang.
”Saya harap selain pemerintah, pihak swasta dan masyarakat harus berperan aktif untuk mengelola dan memelihara serta ikut membangun daerah dengan semangat penuh kebersamaan,” ujarnya.
Untuk diketahui bahwa kegiatan yang diprakarsai para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kutai Kartanegara (Garuda Kukar) tersebut digelar melintasi jalan raya di tiga desa yaitu desa Muara Badak Ulu, Muara Badak Ilir, dan desa Gas Alam 1. (arm/hmp03)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar